Intimate.co.id|JAKARTA – Mitos tentang Boneka Uci di Jalan Siliwangi, Bandung, yang selama bertahun-tahun menjadi cerita urban masyarakat, kini diangkat ke layar lebar melalui film The Doll Ghawiah.
Film terbaru garapan Guntur Soeharjanto tersebut dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 29 Oktober 2026. Tak hanya format reguler, film produksi Hitmaker Studios ini juga hadir dalam format IMAX, menawarkan pengalaman visual dan tata suara yang lebih intens.
Berlatar tahun 1988, kisah Boneka Uci menjadi salah satu pintu masuk menuju misteri yang menghantui keluarga Arya (Darius Sinathrya) dan Evi (Titi Kamal).
Keduanya memutuskan pindah dari Jakarta ke Bandung bersama dua anak mereka, Gita (Aisyah Aqilah) dan Nala (Laura Moane). Namun, kepindahan tersebut justru membawa mereka berhadapan dengan kisah lama yang belum benar-benar berakhir.
Dalam sinopsis yang dirilis Hitmaker Studios, Selasa (22/9), sosok Laras (Sara Wijayanto), seorang pelayan restoran lokal, menjadi pencerita kisah Uci.
Uci dikisahkan sebagai seorang anak yang meninggal setelah menjadi korban kecelakaan tabrak lari di Jalan Siliwangi. Setelah tragedi tersebut, Uci disebut masih mencari boneka kesayangannya.
Cerita yang awalnya terdengar seperti mitos perlahan menjadi bagian penting dalam mengungkap misteri yang dialami keluarga Arya dan Evi.
The Doll Ghawiah sekaligus memperluas semesta film The Doll, yang sebelumnya telah menghadirkan tiga film utama serta spin-off Sabrina (2018).
Kali ini, Hitmaker Studios mempercayakan kursi sutradara kepada Guntur Soeharjanto, sineas yang dikenal lewat sejumlah film seperti Kabayan Jadi Milyuner, Ranah 3 Warna, dan 99 Cahaya di Langit Eropa.
Dengan legenda lokal sebagai pijakan cerita, The Doll Ghawiah mencoba membawa mitos Boneka Uci dari cerita yang beredar di Bandung ke pengalaman horor di layar bioskop.[]
Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson
Kontributor : Intimate.co.id


















