Liga Jakarta U-17 Memanas! BTC Bungkam Diklat ISA, Batavia dan Bina Mutiara Masih Berkuasa

Intimate.co.id|JAKARTA – Pekan ke-11 Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2026, Minggu (8/11), menghadirkan sejumlah kejutan. Salah satunya datang dari BTC yang tampil impresif dengan melibas Diklat ISA tiga gol tanpa balas di Lapangan 2 PSF Pancoran, Jakarta Selatan.

Bertanding di bawah suhu udara yang cukup panas, kedua tim memulai laga pukul 12.10 WIB dengan durasi 2 x 35 menit. Namun, BTC menunjukkan permainan lebih efektif dan mampu mengendalikan pertandingan hingga peluit panjang dibunyikan.

Kemenangan telak 3-0 tersebut menjadi bukti keberhasilan evaluasi yang dilakukan pelatih BTC, Zico Berlian, setelah timnya melewati sejumlah pertandingan sebelumnya.

BTC membuka keunggulan melalui Rizki Rafael (9) pada menit ke-12. Memasuki babak kedua, Aprilianatah (15) menggandakan keunggulan pada menit ke-37. Tiga menit berselang, Alhena Pratama Putra (10) kembali membobol gawang Diklat ISA untuk membawa BTC unggul 3-0.

Diklat ISA berusaha mengejar ketertinggalan, tetapi rapatnya pertahanan BTC membuat upaya mereka tidak membuahkan hasil. Wasit Jawahir yang dibantu asisten Iswadi dan Aceng juga mengeluarkan kartu kuning untuk pemain BTC, M. Awan, pada menit ke-62.

Hingga pertandingan berakhir, skor 3-0 tetap bertahan untuk kemenangan BTC.

Zico Berlian: Lima Menit Awal dan Akhir Sangat Menentukan

Usai pertandingan, Zico Berlian mengungkapkan kemenangan tersebut tidak lepas dari evaluasi menyeluruh terhadap penampilan tim dalam beberapa laga sebelumnya.

Menurut dia, salah satu hal yang bllv ditekankan kepada pemain adalah pentingnya menjaga konsentrasi sejak awal hingga akhir pertandingan.

“Saya bilang kepada anak-anak, lima menit pertama harus bisa membuat perbedaan. Begitu juga lima menit terakhir, karena itu sangat menentukan pertandingan,” ujar Zico.

Ia mengakui, dalam beberapa pertandingan sebelumnya, BTC kerap kehilangan fokus pada menit-menit akhir sehingga keunggulan yang sudah diperoleh berpotensi berubah menjadi hasil imbang.

Karena itu, Zico meminta seluruh pemain, termasuk mereka yang berada di bangku cadangan, untuk aktif membaca permainan dan mempelajari kelemahan lawan.

“Setiap pemain punya tanggung jawab. Pemain cadangan juga harus memperhatikan bagaimana skema permainan lawan dan di mana kelemahannya,” katanya.

Dari sisi taktik, Zico juga melakukan pembenahan komposisi pertahanan. Ia kini lebih menekankan penggunaan tiga pemain belakang agar lini pertahanan lebih solid ketika menghadapi serangan lawan.

BTC menerapkan skema dasar 4-2-3-1 yang dapat berubah menjadi 3-4-3 ketika melakukan transisi menyerang. Perubahan tersebut memberikan keleluasaan kepada pemain tengah dan lini depan untuk lebih aktif membangun serangan, sementara tiga pemain belakang tetap menjaga keseimbangan pertahanan.

Zico menyebut pengalaman menghadapi lawan dengan kecepatan tinggi menjadi salah satu pelajaran penting dalam menentukan komposisi tersebut.

Kemenangan atas Diklat ISA pun diharapkan menjadi suntikan motivasi bagi anak asuhnya untuk terus berjuang pada pertandingan berikutnya.

Diklat ISA Akui Faktor Kebugaran Berpengaruh

Di kubu Diklat ISA, pelatih Riyandi mengakui timnya tidak tampil maksimal. Salah satu faktor yang memengaruhi adalah kondisi kebugaran pemain setelah sebelumnya menjalani pertandingan pada pagi hari.

Ia menjelaskan, jadwal pertandingan yang cukup berdekatan menjadi tantangan tersendiri bagi anak asuhnya.

“Kondisi anak-anak mungkin mengalami kelelahan karena sebelumnya kami juga menjalani pertandingan pagi. Jadi, penampilan mereka memang tidak maksimal,” ungkap Riyandi.

Ia mengatakan pihaknya sebelumnya telah mengajukan perubahan jadwal. Namun, sebagai peserta kompetisi, Diklat ISA tetap mengikuti jadwal yang telah disusun panitia.

Meski demikian, Riyandi tidak ingin menjadikan persoalan jadwal sebagai alasan utama kekalahan. Menurut dia, pertandingan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kesiapan tim menghadapi laga-laga berikutnya.

“Kami belajar dari pertandingan ini. Ke depan, kami harus lebih baik lagi dalam mempersiapkan tim, terutama menghadapi kompetisi yang jadwalnya cukup padat,” katanya.

Riyandi juga masih optimistis Diklat ISA mampu bersaing dan memperbaiki posisi untuk mengamankan peluang melangkah ke fase berikutnya.

Persaingan Klasemen Semakin Menarik

Hasil pertandingan pekan ke-11 turut membuat persaingan klasemen sementara Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2026 semakin menarik.

Di Grup Merah, Bina Mutiara masih kokoh di puncak klasemen dengan koleksi 28 poin. Nawasena FC menempati posisi kedua dengan 20 poin, disusul Mavericks di peringkat ketiga dengan 18 poin.

Sementara itu, di Grup Putih, Batavia FC masih memimpin persaingan dengan 27 poin. Diklat ISA berada di posisi kedua dengan 22 poin, sedangkan Putra Nusantara menempati peringkat ketiga dengan 16 poin.

Kekalahan dari BTC tentu menjadi pekerjaan rumah bagi Diklat ISA. Sebaliknya, kemenangan meyakinkan ini menjadi modal berharga bagi BTC untuk terus memperbaiki posisi sekaligus menjaga momentum dalam persaingan Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2026.[]Foto : Prass

Pewarta : DaBon|Editor : Kelana Peterson

Kontributor : Intimate.co.id

Tinggalkan Balasan