Masjid Istiqlal Disulap Jadi Pusat Kebangkitan Ekonomi Umat, Menag Buka IES 2026

Intimate.co.id |  Jakarta — Kompleks Masjid Istiqlal, Jakarta, mendadak menjadi pusat perhatian nasional. Resmi dibuka oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., ajang Indonesia Ekonomi Syariah (IES) 2026 Forum & Expo resmi menggebrak Plaza Bata Merah, Jumat (30/10/2026).

Mengusung tema besar “Meeting Point Ekonomi Syariah Indonesia”, ajang perdana ini tidak sekadar menjadi pameran biasa, melainkan momentum besar untuk menghidupkan kembali model ekonomi umat ala masa Rasulullah SAW, di mana masjid memegang fungsi ganda sebagai tempat ibadah sekaligus pusat pemberdayaan masyarakat.

“Jadi masjid tidak hanya dipakai untuk sujud, tetapi juga dipakai untuk memberdayakan umat,” tegas Menag Nasaruddin Umar di sela-sela peninjauan pameran.

Dari Pendidikan hingga Minimarket Halal di Satu Kawasan

Menag menjelaskan bahwa ekosistem yang dibangun di Istiqlal sangat komprehensif. Mulai dari fasilitas pendidikan dari jenjang TK hingga S3, sarana olahraga, kursus bahasa asing gratis (Arab, Inggris, dan lainnya), perpustakaan, sentra kuliner, hingga minimarket yang dikurasi ketat dengan standar halal, tayyib, dan penuh keberkahan.

Kemeriahan pembukaan ini juga diramaikan oleh kehadiran para kepala kantor wilayah (kanwil) dari berbagai latar belakang profesi. Mereka memboyong koperasi-koperasi unggulan sektor ekonomi mikro untuk membuktikan bahwa ekonomi kerakyatan di lapisan bawah kini tengah bangkit dan menggeliat kuat dalam dua tahun terakhir.

Hebatnya lagi, di tengah bayang-bayang ketidakpastian global, Menag menyebut sektor ekonomi mikro sebagai pilar yang paling tangguh. Alasannya sederhana: pasar domestik Indonesia yang sangat besar membuat ekonomi kita tidak mudah goyah oleh goncangan luar negeri.

Panggung Santri dan Kolaborasi Lintas Sektor Selama 3 Hari

Berjalan hingga 1 November 2026, IES 2026 juga beririsan erat dengan perayaan Hari Santri. Harapannya jelas: para santri masa kini tidak hanya jago membaca kitab kuning, tetapi juga terampil menelurkan karya-karya produktif berdaya saing ekonomi tinggi.

Selama tiga hari ke depan, pengunjung bisa menikmati ragam program menarik:

Hari Pertama (30/10/2026): Diskusi mendalam seputar finansial derivatif syariah bersama BEI, MUI, dan Istiqlal Global Fund (IGF), serta kupas tuntas ekonomi kreatif bersama artis senior Neno Warisman dan sutradara Fajar Bustomi.

Hari Kedua (31/10/2026): Sesi futuristik tentang integrasi Artificial Intelligence (AI) dan robotik dalam kurikulum pesantren bersama Google Indonesia dan PRSI, hingga kupas peluang investasi bersama pengusaha sukses Sandiaga Uno.

Hari Ketiga (01/11/2026): Berfokus pada Green Economy, workshop inkubasi nazir wakaf uang berbasis aplikasi digital yang memungkinkan sertifikat wakaf terbit secara instan, ditutup dengan tausiah inspiratif Ustaz Jojo.

Tak ketinggalan, ada pula program coaching clinic UMKM hasil kolaborasi Lembaga Zawa BP Masjid Istiqlal, Universitas Tazkia, dan Duta Ekonomi Syariah. Uniknya, para pelaku UMKM yang hadir akan langsung dibantu dibuatkan proposal bisnis agar siap memikat para investor dan mitra strategis.

Digadang-gadang bakal menjadi agenda tahunan tetap di Masjid Istiqlal, IES 2026 sukses membuktikan bahwa ekonomi syariah Indonesia siap melangkah dari gagasan menuju dampak nyata bagi kesejahteraan umat.

Penulis : Kelana Peterson                              Editor : Kelana Peterson.                     Konttributor : Intimate.co.id

Tinggalkan Balasan