Intimate.co.id|JAKARTA — Putra Sejati boleh saja tampil perkasa pada babak pertama. Namun, sepak bola usia muda kembali membuktikan bahwa keunggulan bukan jaminan kemenangan. Bina Taruna mengamuk pada babak kedua dan membalikkan keadaan untuk menang dramatis 4-2 pada pekan ke-10 Liga Jakarta U17 Piala Gubernur 2026 di Lapangan Sintetis 2, Pancoran Soccer Field (PSF), Jakarta, Minggu (25/10).
Drama paling menentukan terjadi dalam rentang dua menit. Setelah kapten Yefta Depri Zakharia menyamakan skor pada menit ke-56, Muhammad Adiat Saputra langsung membawa Bina Taruna berbalik unggul 3-2 semenit kemudian. Putra Sejati pun kehilangan momentum ketika pertandingan memasuki fase krusial.
Padahal, Putra Sejati sempat berada di atas angin. Muhammad Ibrahimuvik membuka keunggulan pada menit ke-17, sebelum Salman Alfarizi menggandakan skor semenit berselang. Bina Taruna tertinggal 0-2 dan menghadapi pekerjaan berat untuk menghidupkan kembali peluangnya.
Namun, tim asuhan Elga Renaldi tak kehilangan keberanian. Gilang Angga Pratama memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 pada menit ke-27. Gol tersebut menjaga asa Bina Taruna sebelum turun minum.
Selepas jeda, permainan berubah. Bina Taruna tampil lebih agresif, sementara Putra Sejati mulai kesulitan mempertahankan keunggulan.
Yefta menjadi pemantik kebangkitan lewat sepakan terukur dari luar kotak penalti pada menit ke-56. Bola gagal diantisipasi kiper Davies Atma. Skor berubah 2-2.
Belum sempat Putra Sejati mengatur ulang pertahanan, Adiat menghukum kelengahan lawan. Pemain pengganti itu menyambar bola rebound dari situasi bola mati untuk membawa Bina Taruna unggul 3-2 pada menit ke-57.
Marco Rizki Valentino kemudian memastikan kemenangan Bina Taruna lewat tandukan terarah pada menit ke-67. Keunggulan 4-2 bertahan hingga pertandingan berakhir.
Elga Tak Ubah Taktik
Pelatih Bina Taruna, Elga Renaldi, menyebut kebangkitan timnya tidak lahir dari perubahan strategi besar-besaran. Ia justru meminta para pemain menjaga karakter permainan dan mengurangi kesalahan.
“Saya tekankan ke anak-anak agar di babak kedua benar-benar meminimalkan kesalahan tanpa perlu mengubah taktik, strategi, maupun karakter permainan,” kata Elga.
Di kubu lawan, pelatih kiper Putra Sejati, Rudy Gunawan Gouw, menilai penurunan stamina menjadi salah satu faktor yang membuat timnya kehilangan kendali.
“Babak pertama kami sudah bermain bagus dan bisa unggul 2-1. Namun di babak kedua, stamina pemain menurun,” ujar Rudy.
Rudy, yang pada Liga Jakarta U17 musim 2025 menangani UMS, juga mengungkapkan timnya kehilangan tiga pemain inti karena berbagai alasan.
“Penampilan kami jadi pincang dan Bina Taruna mendapatkan momen bagus setelah mencetak gol kedua,” tambahnya.

Tiket Empat Besar Makin Dekat
Kemenangan ini mengantar Bina Taruna mengoleksi 12 poin dan mengamankan posisi empat besar Grup Merah. Mereka berada di atas Tunas Betawi yang mengantongi 11 poin setelah bermain imbang tanpa gol melawan Mavericks.
Sementara itu, Bina Mutiara semakin kokoh di puncak klasemen dengan 25 poin usai menundukkan PSF Academy 2-0. PSF Academy tertahan di peringkat ketujuh dengan tujuh poin.
Nawasena FC tetap berada di posisi kedua dengan 20 poin setelah menang tipis 1-0 atas Farama FC.
Bagi Bina Taruna, kemenangan atas Putra Sejati menjadi lebih dari sekadar tambahan tiga poin. Tertinggal dua gol, mereka menunjukkan daya juang untuk mengubah jalannya pertandingan. Di Liga Jakarta U17, laga belum selesai selama peluit panjang belum berbunyi.[**]Foto : Prass
Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson
Kontributor : Intimate.co.id












