Toyo Haryono Tekuk Bintang Ragunan 2-0, Kerja Keras dan Mental Pemain Jadi Kunci

Intimate.co.id|JAKARTA – Toyo Haryono U-17 sukses mengamankan tiga poin usai menaklukkan Bintang Ragunan dengan skor 2-0 dalam lanjutan pekan ke-10 Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2026. Kerja keras dan meningkatnya kepercayaan diri pemain menjadi kunci kemenangan Toyo Haryono.

Duel kedua tim berlangsung di Lapangan Sintetis 2 PSF, Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (24/10/2026). Pertandingan yang dimulai pukul 10.10 WIB itu dimainkan dalam dua babak dengan durasi masing-masing 35 menit.

Toyo Haryono membuka keunggulan lewat Alvin Muhammad Putranto (10) pada menit ke-30. Tendangan langsungnya gagal dibendung kiper Bintang Ragunan, Danar Nur Fikri.

Memasuki babak kedua, Toyo Haryono tak membutuhkan waktu lama untuk menambah keunggulan. Achmad Syafi Alwi (30) mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-41 sekaligus memastikan kemenangan 2-0 bagi timnya.

Sementara itu, Bintang Ragunan mendapat satu kartu kuning dalam pertandingan tersebut. Muhammad Ali Fatih (35) diganjar kartu oleh wasit Ramdan pada menit ke-23.

Pelatih Toyo Haryono Puji Kerja Keras Pemain

Pelatih Toyo Haryono U-17, Rizki Ardiansyah, menyambut positif kemenangan anak asuhnya. Ia menilai hasil tersebut merupakan buah dari proses latihan, evaluasi, dan kerja keras yang terus dilakukan sejak awal kompetisi.

Menurut Rizki, perkembangan permainan timnya tidak terjadi secara instan. Komunikasi antarpemain, kerja sama tim, serta keberanian mengambil keputusan di lapangan menjadi aspek yang terus diasah dalam setiap sesi latihan.

Sejak kompetisi bergulir, Toyo Haryono memang memasang target untuk bisa melangkah ke babak berikutnya. Namun, Rizki menegaskan bahwa target tersebut hanya dapat dicapai melalui kekompakan seluruh pemain.

Ia tak ingin permainan tim bergantung kepada satu atau dua individu. Baginya, sepak bola merupakan permainan kolektif yang menuntut setiap pemain memberikan kontribusi maksimal.

Selain peningkatan kualitas permainan, Rizki juga memberikan perhatian khusus terhadap mental bertanding. Kepercayaan diri pemain menjadi salah satu fokus evaluasi, terutama ketika tim menghadapi tekanan dari lawan.

Kemenangan atas Bintang Ragunan pun dinilai menjadi tambahan motivasi bagi para pemain. Meski demikian, Rizki mengingatkan timnya untuk tidak cepat berpuas diri mengingat persaingan Liga Jakarta U-17 masih terus berjalan.

Rizki juga berharap Toyo Haryono dapat kembali ambil bagian pada musim berikutnya. Dengan begitu, para pemain muda yang selama ini menjalani pembinaan di klub memiliki kesempatan lebih luas untuk mengasah kemampuan melalui atmosfer kompetisi.

Bintang Ragunan Akui Kehilangan Kekompakan

Di sisi lain, Head Coach Bintang Ragunan, Teuku Chairul Wisal, mengakui timnya belum mampu menjalankan strategi sesuai rencana. Hilangnya kekompakan dan kepercayaan diri saat mendapat tekanan menjadi salah satu penyebab kekalahan.

Teuku menjelaskan, Bintang Ragunan sebenarnya telah menyiapkan pola permainan untuk meredam permainan Toyo Haryono. Namun, instruksi yang diberikan belum sepenuhnya diterapkan para pemain di lapangan.

Salah satu persoalan yang disorotinya adalah kecenderungan pemain terlalu lama menguasai bola secara individu. Kondisi itu membuat aliran bola tersendat dan organisasi permainan sulit dibangun kembali.

Ketika tekanan lawan meningkat, para pemain Bintang Ragunan justru semakin mudah kehilangan bola. Situasi tersebut turut memengaruhi mental dan kepercayaan diri tim sepanjang pertandingan.

Teuku juga mengungkapkan bahwa persiapan tim sedikit terganggu akibat absennya sejumlah pemain inti yang harus mengikuti kegiatan sekolah.

Meski begitu, ia tak ingin menjadikan kondisi tersebut sebagai alasan utama kekalahan. Menurutnya, setiap pemain harus belajar beradaptasi dengan situasi, membaca permainan, dan mengambil keputusan secara cepat ketika strategi awal tidak berjalan sesuai harapan.

Dua Gol Berawal dari Kesalahan Antisipasi

Teuku turut menyoroti proses terjadinya dua gol Toyo Haryono. Ia menilai kedua gol tersebut tidak lepas dari kesalahan pemain Bintang Ragunan dalam mengantisipasi pergerakan lawan.

Pada gol pertama, pemain terlambat menutup ruang tembak sehingga Alvin Muhammad Putranto memiliki kesempatan melepaskan tendangan yang berbuah gol.

Kesalahan serupa kembali terjadi pada gol kedua. Keterlambatan melakukan penjagaan memberi ruang bagi Achmad Syafi Alwi untuk menggandakan keunggulan Toyo Haryono.

Catatan itu menjadi pekerjaan rumah bagi Bintang Ragunan menjelang pertandingan berikutnya. Teuku menekankan pentingnya disiplin posisi, komunikasi, serta kemampuan mengantisipasi pergerakan lawan agar kesalahan serupa tidak kembali terulang.

Liga Jakarta U-17 Jadi Ajang Mengasah Mental

Kemenangan 2-0 atas Bintang Ragunan menjadi modal positif bagi Toyo Haryono untuk melanjutkan kiprahnya di Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2026.

Sebaliknya, hasil tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Bintang Ragunan untuk segera membenahi kelemahan, terutama dalam menjaga organisasi permainan dan mental bertanding.

Pertandingan ini sekaligus menunjukkan pentingnya kompetisi usia muda sebagai sarana pembentukan karakter pemain. Bukan hanya kemampuan teknis, aspek kedisiplinan, komunikasi, kerja sama, dan keberanian menghadapi tekanan juga menjadi bagian penting dalam proses pembinaan.

Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2026 yang diselenggarakan Radio Bola bersama PSF Group diharapkan terus menjadi wadah bagi talenta-talenta muda untuk mendapatkan pengalaman bertanding sekaligus mempersiapkan diri menuju jenjang sepak bola yang lebih tinggi.[**]Foto : Prass

Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson

Kontributor : Intimate.co.id

Tinggalkan Balasan