Bina Mutiara Gusur PSF Academy! Hajar Tunas Indonesia 4-1, Takhta Grup Barat Kembali Direbut

Intimate.co.id|JAKARTA– Bina Mutiara kembali merebut puncak klasemen Grup Barat Liga Soeratin Jakarta U-15 Piala Gubernur 2026 setelah menaklukkan Tunas Indonesia dengan skor meyakinkan 4-1 di Lapangan Pancoran Soccer Field (PSF), Jakarta Selatan, Minggu (18/10/2026).

Kemenangan ini mengantarkan Bina Mutiara mengoleksi 26 poin, unggul satu angka atas PSF Academy yang harus puas berada di peringkat kedua dengan 25 poin. Persaingan di papan atas pun kian ketat memasuki fase krusial kompetisi.

Bina Mutiara langsung memperlihatkan agresivitas sejak awal pertandingan. Gilang Faeyza Alfiansyah membuka keunggulan saat laga baru berjalan tiga menit. Tunas Indonesia sempat merespons melalui gol kapten Zaki Mubarok Zulkifli pada menit ke-10.

Namun, Bina Mutiara kembali mengambil kendali. Gilang mencetak gol keduanya pada menit ke-25 untuk membawa timnya unggul 2-1 hingga babak pertama berakhir.

Selepas jeda, tekanan Bina Mutiara semakin sulit dibendung. Habib Al Hasan memperlebar keunggulan pada menit ke-44, sebelum Ridho Wira Pratama memastikan kemenangan 4-1 melalui golnya pada menit ke-56.

Rotasi Jadi Senjata Bina Mutiara

Pelatih Bina Mutiara, Abdul Gafur, menilai kemenangan tersebut tidak lepas dari kemampuan pemain lama dan pemain baru membangun keserasian permainan. Pergantian pemain tidak mengganggu aliran serangan, bahkan memberikan kontribusi langsung terhadap produktivitas tim.

“Pemain lama dan baru sudah langsung klik, sehingga serangan tetap mengalir meski ada pemain baru yang dimasukkan dan langsung mencetak gol,” ujar Abdul Gafur seusai pertandingan.

Ia juga mengakui Tunas Indonesia sempat memberikan perlawanan, terutama pada babak pertama. Namun, perubahan formasi secara berkala menjadi salah satu faktor yang membuat lawan kesulitan mengimbangi permainan Bina Mutiara.

“Namun strategi merubah formasi setiap 10 menit itu yang mungkin tidak bisa mereka antisipasi,” katanya.

Fleksibilitas taktik tersebut menjadi modal penting bagi Bina Mutiara dalam menjaga konsistensi. Bukan hanya mengandalkan pemain inti, mereka juga menunjukkan bahwa kedalaman skuad dapat menjadi pembeda dalam persaingan kompetisi usia muda.

Stamina Jadi Pekerjaan Rumah Tunas Indonesia

Di kubu Tunas Indonesia, manajer Hendi mengakui kondisi fisik pemain menjadi persoalan yang memengaruhi jalannya pertandingan. Timnya mampu menjalankan instruksi pada awal laga, tetapi kesulitan mempertahankan intensitas setelah memasuki babak kedua.

“10 menit awal masih sesuai arahan. Tapi memasuki babak kedua, kondisi pemain mulai menurun, sehingga gampang memberi lawan ruang untuk masuk dan mencetak gol,” keluh Hendi.

Penurunan stamina membuat Tunas Indonesia kesulitan mengantisipasi perubahan permainan lawan. Ruang yang terbuka kemudian dimanfaatkan Bina Mutiara untuk menambah dua gol dan mengunci kemenangan.

Kekalahan tersebut membuat Tunas Indonesia tetap berada di peringkat keempat dengan 16 poin. Mereka masih harus berbenah, terutama dalam menjaga kebugaran dan konsentrasi sepanjang pertandingan.

Persaingan Papan Atas Memanas

Bina Mutiara kembali ke posisi teratas setelah PSF Academy bermain imbang tanpa gol melawan Bina Taruna. Hasil tersebut membuat PSF Academy mengumpulkan 25 poin, sedangkan Bina Taruna tetap di peringkat ketiga dengan 18 poin.

Dengan selisih hanya satu angka di antara dua tim teratas, persaingan menuju posisi puncak masih terbuka. Bina Mutiara memiliki momentum positif, tetapi konsistensi akan menjadi ujian berikutnya.

Kemenangan atas Tunas Indonesia sekaligus memperlihatkan dua hal penting: efektivitas rotasi dan kemampuan menjaga produktivitas gol. Bagi Bina Mutiara, keduanya menjadi modal untuk mempertahankan takhta. Sementara bagi Tunas Indonesia, pembenahan stamina menjadi pekerjaan mendesak agar mampu bersaing lebih baik pada laga berikutnya.[**]Foto : Moh.AminChandra

Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson

Kontributor : Intimate.co.id

Tinggalkan Balasan