Intimate.co.id | BREBES-, 20 Januari 2026 – BREBES- Ratusan pelaku UMKM tampak antusias mengikuti kegiatan Pengembangan Kapisatan Usaha (PKU) Akbar di Aula RM Sahabat Alam Bumiayu, Kabupaten Brebes, Selasa (20/1/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Purwokerto itu diikuti oleh sebanyak 250 pelaku UMKM.
Satu di antaranya, Rismawati (16) pelaku UMKM dengan usaha seblak di Bumiayu.
Dia mengaku antusias mengikuti PKU Akbar PNM Cabang Purwokerto karena baru pertama kali menjadi Nasabah Mekaar.
Dia bersyukur mendapatkan bantuan permodalan sebanyak Rp 4 juta.
“Ini baru jadi nasabah, baru ambil. Alhamdulillah dapat bantuan modal Rp 4 juta,” katanya seusai penyerahan sombolis.
Rismawati mengatakan, bantuan modal tersebut rencananya akan digunakan untuk mengembangkan usaha seblaknya.
Dia sendiri sudah berjualan seblak selama dua bulan.
“Seblak baru berjalan dua bulan. Semoga dengan bantuan modal ini semakin berkembang,” ungkapnya.
Pelaku UMKM lain, Uli (35) mengungkapkan, dia sudah delapan tahun menjadi Nasabah Mekaar.
Dia bersyukur usaha alat musik rebana yang sudah digelutinya selama 10 tahun semakin berkembang.
“Usaha saya alat musik, seperti rebana, qosidah, drum dan marawis. Alhamdulillah menjadi nasabah PNM membantu modal untuk usaha saya,” ujar Uli warga Desa Benda, Kecamatan Sirampog.
Uli bercerita, dia tidak pernah mengalami kesulitan saat mengambil modal maupun melunasinya.
Dia awal menjadi nasabah meminjam Rp 2 juta, sedangkan terakhir dia pinjam senilai Rp 7 juta.
Semua modal yang dipinjamnya dilunasi dalam waktu satu tahun dengan bayar angsuran per minggu.
“Harapannya, semoga PNM Mekaar semakin maju, bisa buat bantu UMKM yang kekurangan dana,” katanya.
Fokus Dampingi UMKM
Pimpinan Cabang PNM Purwokerto, Rohmat Agus Pranoto menjelaskan, PKU Akbar ini diikuti oleh sebanyak 250 pelaku UMKM yang mayoritas ibu-ibu.
Mereka dari awal sudah dibina, dilibatkan dan mendapatkan pelatihan serta keterampilan dari PNM Cabang.
Kegiatan diadakan di Bumiayu karena bertepatan dengan Hari Lahir Kabupaten Brebes.
“Kami tidak berhenti di sini. Dari sebanyak 250 pelaku UMKM ini akan kami didik lagi setiap bulannya dan kami dampingi sampai mana peningkatannya,” ujarnya.
Menurut Rohmat, PNM selama ini memang fokus terhadap usaha ultra mikro dengan modal yang dapat diberikan sekira Rp 3 juta- Rp 10 juta.
Tujuannya agar masyarakat yang memiliki usaha kecil dapat berkembang dan naik kelas.
“Harapan kami, dari sebanyak 250 orang ini bisa memberikan dampak kepada ibu-ibu yang lain. Ibu-ibu yang belum punya usaha, jadi terinspirasi dan bisa dilatih,” jelasnya.
Rohmat mengatakan, PNM juga memiliki kegiatan PKU yang sifatnya klasikal atau reguler yang diadakan tiap bulan dan tiap minggu.
Pesertanya lingkup kecil sekira 10-30 orang yang diselenggarakan di tiap rumah ketua kelompok.
“Kegiatan tersebut membahas tentang pengembangan usaha yang bagus dan apa yang mereka butuhkan. Kemudian kami ajarkan cara marketing, fotografi, digitalisasi, dan sebagainya,” ungkapnya.
Support UMKM
Sementara, Asisten Sekda Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Brebes, Ineke Tri Sulistyowati menilai, kegiatan PKU Akbar ini menjadi langkah stargeis dalam pembangunan SDM dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Kegiatan tersebut bukan agenda biasa, namun bagian upaya pembinaan dan pembiayaan nasabah PNM.
Tentu saja melalui literasi usaha dan literasi keuangan serta kekuatan jajaring pemerintah daerah dan pemangku kepentingan.
“Di era terbuka ini, pelaku UMKM tidak hanya dituntut produksi. Tetapi bagaimana agar mengelola secara profesional, adaptif dengan teknologi dan cerdas mengelola keuangan,” katanya.
Menurut Ineke, Pemkab Brebes akan mendorong iklim usaha yang kondusif dan mendorong berbagai program yang mendukung UMKM.
Dia berharap, kegiatan tersebut bisa melahirkan pengusaha yang tangguh, mandiri dan membuat kemajuan bagi ekonomi daerah.
“Latihan-latihan seperti ini harus dimanfaatkan. Mudah-mudahan UMKM Brebes akan semakin berjaya,” harapnya. (**)
Jurnalis: Kelana Peterson
Kontributor Intimate.co.id
















