Intimate.co,id | Jakarta – Produser film Dewi Amanda terus melebarkan sayap bisnisnya. Selain aktif di industri film, ia kini merambah usaha kecantikan hingga kuliner melalui Williams Salon dan Williams Coffee.
Nama Dewi Amanda selama ini dikenal di industri film Indonesia. Jaringannya bahkan menjangkau Malaysia hingga kawasan Timur Tengah, terutama dalam distribusi film Indonesia.
Belakangan, Dewi membuka Williams Coffee yang kini berlokasi di Tebet Timur Dalam No.65C, Jakarta Selatan. Kedai tersebut dalam beberapa bulan terakhir ramai dipadati pengunjung, terutama kalangan remaja.
Menurut Dewi, lonjakan pengunjung mulai terasa setelah lokasi kedai dipindahkan ke kawasan Tebet.
“Setelah pindah ke sini pengunjungnya ramai sekali, terutama anak-anak remaja di sekitar Tebet,” kata Dewi.
Ia mengungkapkan, selama Ramadan tahun ini Williams Coffee bahkan banyak menerima reservasi untuk acara buka puasa bersama.
“Alhamdulillah banyak booking buka puasa bersama. Kebanyakan dari anak sekolah, baik SMP maupun SMA,” ujarnya .
Dewi menilai, pelayanan menjadi kunci utama dalam menjaga kenyamanan pengunjung.
“Pelayanan harus cepat dan tepat. Sikap ramah karyawan kepada tamu juga sangat saya perhatikan,” jelasnya.
Tak hanya itu, ia juga mengaku cukup selektif dalam merekrut karyawan, termasuk juru masak.
“Seleksinya cukup ketat. Dari puluhan pelamar, hanya satu yang bisa bergabung,” katanya.
Meski kini merambah bisnis lain, Dewi memastikan dirinya tetap fokus di industri film. Bahkan, ia tengah menyiapkan produksi film dengan nilai produksi lebih besar.
“Bisnis film tetap jalan. Tahun ini saya ingin memproduksi film dengan nilai produksi yang besar,” ungkapnya kepada awak media Intimate.co.id,Senin (16/3/2026).
Selain film, Dewi juga berencana mengembangkan bisnis hiburan di Timur Tengah, termasuk kemungkinan menggelar konser musik dengan menghadirkan penyanyi dan band Indonesia.
“Saya ingin membawa musisi Indonesia tampil di Timur Tengah. Karena saya sudah cukup memahami selera pasar di sana,” ujarnya.
Namun rencana tersebut masih menunggu kondisi kawasan Timur Tengah yang lebih kondusif.
“Bismillah, semoga konflik di sana segera selesai. Kalau sudah kondusif, baru kita tancap gas,” pungkas produser film Waru dan Air Mata Mualaf tersebut.
Jurnalis: Kelana Peterson Kontributor Intimate.co.id


















