Jakarta — Pagi belum sepenuhnya terbangun ketika Jeni Adilasari memulai harinya. Sejak usia belia, ia telah terbiasa membantu sang ibu membungkus nasi di rumah sederhana mereka di Bojonegoro. Rutinitas itu dijalani Jeni sejak duduk di bangku SMP, menjadi bagian dari perjuangan keluarga untuk bertahan dan melangkah maju.
Dari ibunya pula Jeni pertama kali mengenal PNM Mekaar. Bagi warga sekitar, keikutsertaan ibunya dalam Pertemuan Kelompok Mingguan (PKM) kerap disebut sebagai “sekolah”. Bukan sekolah formal, melainkan ruang belajar bersama bagi ibu-ibu prasejahtera untuk mengelola usaha, keuangan, dan membangun kemandirian.
Pengalaman tersebut membekas kuat. Jeni menyaksikan bagaimana keberanian sang ibu untuk belajar dan berusaha perlahan mengubah kehidupan keluarga mereka. Dari situlah tumbuh tekad dalam diri Jeni untuk suatu hari turut berperan dalam memberdayakan perempuan prasejahtera.
Tekad tersebut ia wujudkan dengan bergabung sebagai Account Officer (AO) PNM Mekaar setelah lulus SMA. Bagi Jeni, PNM bukan sekadar tempat bekerja, melainkan bagian dari perjalanan hidup yang pernah memberi dampak nyata bagi keluarganya.
Selama lima tahun mendampingi nasabah, Jeni menyaksikan bagaimana usaha kecil tumbuh, kepercayaan diri meningkat, dan harapan kembali menyala di tengah keterbatasan. Bersamaan dengan itu, Jeni pun bertumbuh—membantu menopang ekonomi keluarga hingga mewujudkan mimpi yang selama ini ia simpan.
Pada Januari 2026, melalui Program Employee Reward PNM, Jeni mendapatkan kesempatan menunaikan ibadah umrah sebagai bentuk apresiasi atas kinerja terbaiknya. Sebuah pencapaian yang menjadi penanda bahwa kerja keras dan niat baik selalu menemukan jalannya.
Kisah Jeni mencerminkan komitmen Pilar Pemberdayaan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dalam mendorong kemandirian ekonomi perempuan prasejahtera melalui PNM Mekaar. Mengusung semangat #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM, program ini melanjutkan inisiatif #CariTauLangkahBaru untuk memperluas dampak pemberdayaan.
Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, menegaskan bahwa para AO PNM Mekaar yang mayoritas berusia muda merupakan ujung tombak dalam proses pemberdayaan masyarakat.
“AO PNM Mekaar berperan penting sebagai pendamping dan agen perubahan, membantu ibu-ibu prasejahtera agar mampu mandiri secara ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup keluarga,” ujarnya.
















