banner 728x250

Bank Jatim Resmi Jadi Pemegang Saham Bank Banten, Perkuat Sinergi dan Dorong Kinerja Keuangan

banner 120x600
banner 468x60

Intimate.co.id  | Serang , PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) resmi menjadi pemegang saham PT Bank Pembangunan Daerah Banten (Perseroda) Tbk atau Bank Banten, setelah membeli sebanyak 27.511.900 lembar saham pada 5 November 2025.

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari pembentukan Kelompok Usaha Bank (KUB) antara Bank Banten dan Bank Jatim, sesuai dengan rencana strategis sinergi dua bank pembangunan daerah (BPD) tersebut.

banner 325x300

 

Direktur Utama Bank Banten, Muhammad Busthami, menyambut baik aksi korporasi yang dilakukan Bank Jatim tersebut. Ia menilai, masuknya Bank Jatim sebagai pemegang saham menjadi momentum penting dalam memperkuat arah transformasi Bank Banten.

“Kami menyambut positif langkah Bank Jatim sebagai bagian dari kerja sama jangka panjang. Ini adalah babak baru dalam perjalanan transformasi Bank Banten menuju bank daerah yang lebih sehat, tangguh, dan berdaya saing tinggi,” ujar Busthami dalam keterangannya, Senin (10/11/2025).

 

Busthami menegaskan, sinergi KUB dengan Bank Jatim diyakini akan memperkuat struktur permodalan, memperluas bisnis, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap Bank Banten.

Sebagai tindak lanjut, Bank Banten akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 28 November 2025, dengan agenda utama penetapan Bank Jatim sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP) Kedua sekaligus Bank Induk KUB Perseroan, sesuai ketentuan POJK Nomor 12/POJK.03/2020 tentang Konsolidasi Bank Umum.

Selain itu, rapat juga akan membahas rencana aksi pemulihan perseroan sebagaimana diwajibkan oleh peraturan OJK tersebut.

Busthami menambahkan, seluruh proses konsolidasi ini mendapat dukungan penuh dari Gubernur Banten Andra Soni. Dukungan tersebut diharapkan memperkuat peran Bank Banten dalam memperluas layanan perbankan daerah dan pengelolaan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Banten.

“Kami optimis, melalui kerja sama yang kuat bersama Bank Jatim, Bank Banten akan semakin siap mengemban kepercayaan dalam mengelola RKUD dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan,” tegasnya.

Seiring proses konsolidasi tersebut, kinerja keuangan Bank Banten terus menunjukkan tren positif. Hingga akhir Kuartal III 2025, Bank Banten berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 10,70 miliar, tumbuh 43,34 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 7,46 miliar.

Total aset Bank Banten juga meningkat menjadi Rp 9,50 triliun, naik 24,15 persen dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 7,65 triliun. Rasio Non Performing Loan (NPL) pun diproyeksikan turun di bawah 5 persen, menunjukkan perbaikan signifikan dibandingkan 2024.

Optimisme pasar terhadap langkah strategis tersebut turut tercermin dari harga saham Bank Banten (kode emiten: BEKS) yang menutup perdagangan pada Senin, 10 November 2025 di level Rp 31 per lembar saham.

Dengan masuknya Bank Jatim sebagai pemegang saham, komposisi kepemilikan Bank Banten kini menjadi sebagai berikut:

Pemerintah Provinsi Banten: 34.289.755.661 lembar saham (66,11%)

Bank Jatim: 27.511.900 lembar saham (0,05%)

Publik: 17.553.170.705 lembar saham (33,84%)

Busthami menutup dengan ajakan kepada seluruh masyarakat Banten untuk terus memberikan dukungan terhadap kebangkitan Bank Banten.

“Kinerja positif ini membuktikan bahwa Bank Banten terus bergerak ke arah yang lebih baik. Dengan sinergi KUB bersama Bank Jatim, kami yakin dapat mempercepat pertumbuhan berkelanjutan dan memberikan pelayanan prima bagi masyarakat. Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Kalau bukan kita, siapa lagi yang membesarkan Bank Banten — bank milik dan kebanggaan masyarakat Banten,” pungkasnya.

Jurnalis: Kelana Peterson
Kontributor Intimate.co.id

banner 325x300

Tinggalkan Balasan