
Kolaborasi ini menjadi lanjutan dari rangkaian kerja sama Pokémon dengan budaya Indonesia yang sebelumnya sukses menghadirkan Pikachu berkebaya, Pikachu bermotif batik bersama Batik Keris, hingga berbagai event bertema budaya lokal.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menyebut kerja sama tersebut bukan hanya strategi promosi semata, tetapi juga langkah besar memperkuat identitas budaya Indonesia di pasar internasional.

“Ini bukan sekadar strategi pemasaran biasa, tetapi misi budaya yang kuat. Batik sebagai identitas Indonesia bisa masuk ke ekosistem global Pokémon,” ujar Irene Umar dalam konferensi pers.
Menurutnya, kolaborasi lintas budaya ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi kreator lokal dan memperluas lapangan kerja di sektor industri kreatif.
Sorotan utama acara ini hadir lewat kampanye “Happy Bareng Pikachu” yang memperkenalkan “Goyang Hepika”. Untuk pertama kalinya, karakter ikonik Pikachu tampil di panggung dangdut Indonesia dan berkolaborasi langsung bersama Happy Asmara.
Nuansa nostalgia lagu legendaris “Kopi Dangdut” ciptaan Fahmi Shahab dikemas lebih modern melalui aransemen segar khas generasi masa kini.
Perpaduan musik dangdut dengan budaya pop internasional itu dinilai menjadi strategi baru Pokémon untuk semakin dekat dengan masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda.
Selama ini Pokémon dikenal aktif lewat game online, turnamen kartu koleksi, hingga event “Pikachu’s Indonesia Journey”. Kini, kolaborasi musik dangdut menjadi babak baru yang diprediksi akan menjadi salah satu tren hiburan paling ramai di tahun 2026.
Jurnalis: Kelana Peterson
Kontributor Intimate.co.id

















