Adang Daradjatun Apresiasi Penggerebekan Kampung Bahari, Minta Bandar Besar Diburu hingga Tuntas

Intimate.co.id|JAKARTA – Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKS, Adang Daradjatun, mengapresiasi langkah tegas Polri, khususnya Polda Metro Jaya, dalam menggerebek kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang diduga menjadi salah satu titik peredaran narkotika.

Namun, bagi Adang, penggerebekan tersebut tidak boleh menjadi akhir dari upaya pemberantasan narkoba. Ia meminta aparat mengembangkan penyelidikan hingga menyentuh bandar besar, pemasok, pengendali, bahkan pihak-pihak yang diduga menjadi pelindung jaringan peredaran narkotika.

Menurut mantan Wakapolri tersebut, operasi yang melibatkan BNN, Bareskrim Polri, Polda Metro Jaya, dan Brimob merupakan bukti pentingnya sinergi antarlembaga dalam menghadapi kejahatan narkotika yang memiliki jaringan terorganisasi.

“Saya menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polri yang telah mengambil langkah tegas dan berani dalam melakukan operasi pemberantasan narkoba di Kampung Bahari. Ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi masyarakat dari ancaman narkotika,” ujar Adang, Minggu (1/11/2026).

Dalam penggerebekan yang berlangsung Minggu (1/11/2026), petugas mengamankan 29 orang. Sejumlah barang bukti turut disita, di antaranya sabu, ganja, alat isap, senjata tajam, dan mesin pencetak ekstasi.

Operasi tersebut juga diwarnai perlawanan dari sejumlah pihak di lokasi. Adang menilai situasi itu menunjukkan bahwa pemberantasan jaringan narkoba bukan pekerjaan mudah dan membutuhkan keberanian serta profesionalisme aparat.

“Negara tidak boleh kalah oleh jaringan bandar narkoba. Keberanian, profesionalisme, dan ketegasan anggota Polri di lapangan patut kita apresiasi,” tegasnya.

Meski demikian, Adang mengingatkan agar penindakan tidak hanya menyasar pengguna maupun pelaku yang berada di lapangan. Aparat harus menjadikan hasil penggerebekan sebagai pintu masuk untuk membongkar jaringan yang lebih besar.

Menurut dia, penelusuran aliran dana hasil kejahatan juga menjadi bagian penting dalam memutus mata rantai bisnis narkotika. Tanpa menyentuh sumber pendanaan dan jaringan pemasok, kelompok pengedar berpotensi kembali membangun aktivitas ilegalnya.

“Jangan hanya berhenti pada pengguna atau pelaku yang berada di lapangan. Bandar besar dan jaringan pemasoknya harus dikejar sampai tuntas. Penelusuran aliran dana hasil kejahatan juga penting dilakukan,” katanya.

Di sisi lain, Adang menekankan bahwa penanganan kawasan rawan narkoba tidak cukup hanya mengandalkan operasi kepolisian. Pendekatan pencegahan, rehabilitasi korban penyalahgunaan narkotika, pemberdayaan masyarakat, dan pemulihan lingkungan sosial harus berjalan beriringan.

Ia meminta masyarakat Kampung Bahari tidak dipandang sebagai bagian dari persoalan, melainkan dilibatkan sebagai mitra strategis dalam memutus mata rantai peredaran narkoba.

“Jangan sampai masyarakat yang sebenarnya ingin hidup aman dan terbebas dari narkoba justru menjadi korban atau berada dalam tekanan jaringan bandar. Negara harus hadir melindungi warga,” ungkapnya.

Adang berharap Kampung Bahari dapat kembali menjadi lingkungan yang aman, produktif, serta ramah bagi tumbuh kembang anak-anak dan generasi muda.

Sebagai anggota Komisi III DPR RI sekaligus mantan Wakapolri, ia menegaskan dukungannya terhadap langkah penegakan hukum yang profesional, terukur, dan berintegritas.

“Perang melawan narkoba bukan sekadar operasi sesaat, melainkan perjuangan jangka panjang yang membutuhkan konsistensi seluruh aparat penegak hukum dan dukungan masyarakat,” tutupnya.[***]Foto : Istimewa

Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson

Kontributor : Intimate.co.id

Tinggalkan Balasan