banner 728x250

Gelar Talkshow Bareng tvOne, MPL: Santri Tak Hanya Bisa Ngaji, Tapi Bisa Segalanya

banner 120x600
banner 468x60

Intimate.co.id | LAMPUNG TENGAH – Media Pondok Lampung (MPL) kembali membuat gebrakan dalam dunia literasi digital pesantren. Mengusung tema “Memahami Lebih Luas Mengenai Media Digital”, MPL berkolaborasi dengan stasiun televisi berita nasional, tvOne, menggelar talkshow inspiratif yang bertempat di MTs Assa’adah, Pondok Pesantren Darussaadah Mojoagung, Gunung Sugih, Lampung Tengah, Kamis (22/1).

Acara yang dipandu oleh Sekretaris MPL, Ardianto, ini dihadiri oleh puluhan pegiat media pesantren dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Lampung, mulai dari Way Kanan, Lampung Tengah, Lampung Timur, Lampung Utara, hingga Kota Metro.

banner 325x300

Momentum Kebangkitan Media Santri

Kgs. Anang Ghozali hadir memberikan sambutan mewakili Ketua Umum MPL, Agus Humaidi, yang berhalangan hadir. Dalam orasinya, Anang membakar semangat para peserta dengan menegaskan bahwa MPL bukan lagi sekadar komunitas kecil, melainkan entitas yang siap tumbuh lewat kolaborasi strategis.

“Kita harus berkembang dengan berbagai kolaborasi dan kerja sama. Kita harus menunjukkan bahwa santri tak hanya bisa ngaji, tapi bisa segalanya,” tegas Anang di hadapan peserta.

Ia menambahkan, sinergi dengan lembaga profesional yang memiliki visi serupa adalah kunci kemajuan. “Terutama hari ini kita berkolaborasi dengan media nasional yang sangat besar yaitu tvOne. Maka jangan sia-siakan kesempatan ini, serap ilmu sebanyak-banyaknya dari pemateri kita,” imbuhnya.

Sesi materi menghadirkan tiga narasumber kompeten dari tvOne. Materi pembuka disampaikan oleh Apriano (Public Relations tvOne) yang memaparkan profil perusahaan, memberikan gambaran bagaimana sebuah media besar dikelola secara profesional.

Sesi berlanjut dengan pemaparan Sony Sastra Negara (Supervisor Brand Activation tvOne). Sony menyoroti peran vital media dalam masyarakat, khususnya bagaimana sebuah brand harus membangun kedekatan dengan audiens. Ia melontarkan satu kalimat kunci yang menjadi sorotan utama dalam acara tersebut:

“Media tidak hanya memotret acara, media menangkap perasaan.”

Menurut Sony, keberhasilan media diukur dari kemampuannya menyentuh sisi emosional audiens, bukan sekadar dokumentasi visual semata. Melengkapi materi teknis, Pirman Angga (Produser tvOne) mengupas tuntas alur produksi konten, mulai dari persiapan pra-produksi, eksekusi produksi, hingga pasca-produksi untuk menghasilkan tayangan berkualitas.

Diskusi berjalan hangat saat sesi tanya jawab dibuka. Dua penanya, Ari Hidayatullah (Ponpes Almubarok Sungkai) dan Ma’ruf Pratama (Ponpes Darul Muslim Tulung Balak), menanyakan inovasi tvOne menghadapi era disrupsi, serta strategi jitu agar media pondok tetap eksis di platform digital.

Menjawab hal tersebut, tim tvOne menjelaskan bahwa inovasi mereka selalu berbasis data. tvOne tidak lagi hanya bertumpu pada layar televisi konvensional, tetapi aktif merambah media sosial dengan konten yang disesuaikan untuk target pasar Generasi Z dan Generasi Alpha.

Bagi media pesantren, para pemateri menekankan satu strategi krusial: Penyusunan Perencanaan.

“Strategi pesantren yang paling penting adalah penyusunan perencanaan. Segala yang dikerjakan harus terkonsep dengan matang agar output-nya menarik dan mampu memancing penonton,” jelas narasumber menjawab pertanyaan peserta.

Acara ditutup dengan sesi foto bersama, menandai komitmen bersama antara MPL dan praktisi media nasional untuk terus memajukan dakwah digital yang profesional dan berdampak.

Penulis: kelana Peterson

Kontributor: intimate.co.id

banner 325x300

Tinggalkan Balasan