Intimate.co.id | JAKARTA – Memulai pelaksanaan berbagi di tahun 2026 atau tepatnya pada 2 Januari, Program Jumat Berkah Wartawan (PJBW) banyak menemui kalangan Emak-emak dan bocah cilik (anak-anak) sebagai penerima manfaat. Mereka dengan wajah sumringah menyambut baik saat didatangi rombongan Tim PJBW.
Bocah perempuan bernama Aini bersama puluhan rekannya, semula saat diberi nasi boks dan air mineral, mengira datang dari program ‘MBG‘ alias Makan Bergizi Gratis dari Pemerintah. Namun setelah membaca stiker yang ditempel di boks nasi sebagai Program Jumat Berkah Wartawan, akhirnya paham.
“Wah asyik nih, lauknya pakai ayam sambel ijo dan sayuran. Ada juga q. Eh, malah dikasih air mineral botol,” celetuk Aini yang ditemani Fadil bersama puluhan bocah cilik lain saat ditemui di daerah Pangkalan Jati VII RW 09 Cipinang Melayu – Radar Utara, Makasar, Jakarta Timur.
Selain itu datang pula Sauji bersama kedua rekannya, Dodo dan Joko, malah minta supaya kebagian boks nasi dengan lauk ayam. Begitu pun Andika yang semula menerima lauk telur dadar, minta ditukar yang pakai ayam sambel ijo.
Selanjutnya dari kalangan Emak-emak tak kalah seru. Juga menduga dapat nasi boks dari program MBG dari Pemerintah. Tapi, begitu dikasih penjelasan bahwa PJBW dari kalangan wartawan, langsung memanjatkan doa dan berharap programnya bisa terus lancar.
“Mas-mas wartawan supaya sukses selalu. Dikasih keberkahan, panjang umur dan murah rejeki. Sebab, pemberian nasi boks dan air mineral, sangat bermanfaat bagi kami,” aku Ibu Kuswani dari keluarga pra-sejahtera, mewakili kalangan Emak-emak yang lain.
Ibu Sugiarto dan Ibu Toyo yang datang sambil membawa anaknya yang masih digendong, juga tak lupa mengucapkan rasa terima kasih kepada rombongan Tim PJBW yang tengah berbagi di pekan ke-57 (Jumat 2 Januari 2026).
Masih menurut kalangan Emak-emak yang lain, Ibu Astuti dan Ibu Suharti, minta agar mereka lebih sering didatangi. Tak masalah jika cuma sepekan sekali, pas hari Jumat. “Biarpun sekadar nasi boks dan air mineral, manfaat besar. Jadi, bisa ngirit pengeluaran harian,” kata Ibu Astuti yang asli Betawi dan tinggal di daerah Cipinang Melayu, Jakarta Timur, sudah hampir 15 tahun.
Setelah Emak-emak dan bocah cilik, kalangan Bapak-bapak yang di antaranya ada Pak Ahmad, Pak Wasno dan Pak Supandi ikut memberikan komentarnya. Juga menyatakan salut, karena PJBW sudah berjalan di tahun kedua. Intinya, mereka berdoa bagi para donatur di PJBW, agar terus diberi kesehatan, panjang umur dan murah rejeki.
Tim PJBW pun berlanjut berbagi ke daerah Raden Inten (Duren Sawit), sepanjang Kalimalang Jakarta Timur sampai Bekasi. Banyak penerima manfaat dari berbagai kalangan. Mulai dari tukang becak (Pak Asrul), pemulung, tukang parkir (Pak Ernan), karyawan cuci mobil (Bang Syarif dan Jompong) sampai ibu-ibu kaum rentan (Pak Harto dan Ibu Pia). Mereka pun dinilai sangat tepat sasaran jika mendapatkan nasi boks dan air mineral.
Sebelum mengarah ke Bekasi, Tim PJBW harus rehat untuk sholat Jumat di Masjid Al-Azhar, Jaka Permai, Kota Bekasi. Sejumlah tukang parkir di sekitar lokasi, juga diberi nasi boks dan air mineral.
Lagi-lagi saat melintas memasuki Perumahan Taman Kebalen, Bekasi, puluhan Emak-emak bersama anak-anaknya, ditemui Tim PJBW. Mereka hampir setiap Jumat memang dikenali sebagai penerima manfaat. Bahkan, tak keberatan ketika diminta untuk foto bersama dibelakang spanduk bertulisan : ‘Sebar – Program Jumat Berkah Wartawan’.
Para Supeltas (Bang Yadi), karyawan bengkel motor (Fatur), kaum rentan hingga buruh tani bayam dan kangkung (Bang Kubil dan Mpok Nur), juga ikut disasar Tim PJBW. Mereka tercatat pernah ditemui pada awal-awal pelaksanaan kegiatan berbagi yang dipimpin langsung oleh Agus Santosa, Admin dan sekaligus Penanggungjawab PJBW.
Meski sebelumnya saat mulai berangkat untuk berbagi keliling, sempat bertemu Pak Tanjung (pedagang kopi), Pak Sunarman (tukang rongsokan barang bekas), Bang Apin (tukang parkir), Bang Adam (tukang es), Pak Solihin dan Pak Parto (kaum rentan).
Penulis: kelana Peterson
Kontributor: Intimate.co.id
















