Intimate.co.id|JAKARTA — Kompetisi sepak bola usia muda bukan sekadar soal siapa yang menang dan siapa yang kalah. Di balik setiap pertandingan, ada proses panjang untuk menempa pemain agar siap melangkah ke level yang lebih tinggi.
Karena itu, kualitas pertandingan menjadi bagian penting dari proses pembinaan.
Hal tersebut menjadi perhatian Manager SSB Putra Nusantara’83, Mohammad Irfan Afiat, yang memberikan catatan terhadap kinerja sejumlah wasit di Liga Jakarta.
Irfan mengakui tidak semua wasit tampil buruk. Namun, menurut dia, masih ada beberapa keputusan perangkat pertandingan yang dinilai kurang tepat dan belum mencerminkan kepemimpinan yang adil.
“Untuk masukan saat ini, perihal kualitas wasit yang memimpin pertandingan harus dikoreksi kembali. Tidak semuanya buruk, tetapi ada beberapa referee yang salah dalam mengambil keputusan dan kurang fair,” kata Irfan saat menyaksikan laga BTC vs Putra Nusantara di Lapangan 2 Sintetis PSF Pancoran Jakarta,Sabtu(25/9)
Bagi Irfan, persoalan wasit tidak boleh dipandang sebagai urusan teknis semata. Di kompetisi usia muda, keputusan yang konsisten dan fair menjadi bagian dari ekosistem pembelajaran pemain.
Pemain muda perlu mendapatkan pengalaman bertanding dalam atmosfer kompetisi yang sehat. Mereka juga harus belajar menerima keputusan wasit, tetapi pada saat yang sama berhak mendapatkan kepemimpinan pertandingan yang profesional.
Karena itu, Irfan meminta operator Liga Jakarta tidak berhenti pada penyelenggaraan pertandingan, tetapi juga melakukan evaluasi terhadap perangkat pertandingan.
“Operator liga harus concern kepada kinerja wasit agar supaya lebih adil dan fair dalam memimpin pertandingan,” ujarnya.
Irfan menegaskan, kritik tersebut bukan ditujukan untuk menyamaratakan seluruh wasit. Ia justru berharap catatan tersebut menjadi bahan evaluasi agar kualitas Liga Jakarta semakin meningkat.
“Uneg-uneg saya hanya mengoreksi kinerja wasit yang menurut pendapat saya harus lebih berkualitas dan ditingkatkan kembali,” katanya.
Jangan Sampai Pembinaan Kehilangan Arah
Liga Jakarta sendiri diharapkan tidak sekadar menjadi kompetisi rutin bagi klub-klub usia muda. Lebih besar dari itu, kompetisi ini diharapkan menjadi salah satu jalur pembentukan pemain yang nantinya mampu bersaing di level profesional.
Menurut Irfan, setiap tim yang tampil memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan potensi pemainnya. Karena itu, seluruh elemen kompetisi harus memiliki orientasi yang sama.
“Harapannya buat kami, Liga Jakarta ini dapat berkembang lebih baik dan membuat tim-tim yang berkompetisi dapat membentuk pemain yang berkualitas untuk berada di panggung Liga Indonesia profesional,” tutur Irfan.
Ia pun mengingatkan kembali bahwa hasil akhir pertandingan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan kompetisi usia muda.
“Yang terpenting, tujuannya adalah pembinaan.”
Pesan itu menjadi penting. Sebab, dari kompetisi seperti Liga Jakarta, pemain-pemain muda sedang dibentuk bukan hanya untuk memenangkan pertandingan hari ini, tetapi untuk mengejar level yang lebih tinggi di masa depan.
Dan untuk mencapai tujuan tersebut, pertandingan yang kompetitif, fair, serta dipimpin perangkat pertandingan yang berkualitas menjadi bagian yang tak terpisahkan.[]
Penulis : DaBon|Editor : Kelana Peterson
Kontributor : Intimate.co.id


















